Publikasi

Magang Internal : Laboratorium Retail & Laboratorium Tour
19 Okt 2018

Program Studi Manajemen Kepariwisataan mendukung mahasiswa/i untuk belajar secara mendalam dan real. Untuk itu, Program Studi Manajemen Kepariwisataan menyediakan laboratorium retail dan laboratorium tour. 

Di laboratorium retail bekerja sama dengan brand Hush Puppies, mahasiswa/i akan belajar untuk mengelolah sebuah bisnis retail, mulai dari procurement, merchandising, mengelolah storage, promotion, service, dan operational, serta membina hubungan antara supplier hingga ke customer dan stakeholder yang terkait. Laboratorium retail ini melayani customer dari dalam dan luar Universitas Kristen Petra. 

Di laboratorium tour, mahasiswa/i akan dibentuk dalam tim untuk menjalankan bisnis tour & travel. Pelajaran yang akan diperoleh mulai dari melayani order, menyusun budget & biaya perjalanan, menyusun itineraty tour, mempimpin & memanage tour, dan memberikan layanan yang sesuai permintaan customer, serta mengambil keputusan dengan cepat ketika ada masalah dan bekerja dalam tim. Laboratorium Tour ini melayani pelanggan dari dalam dan luar Universitas Kristen Petra. 

Singkat kata, dalam Program Studi Manajemen Kepariwisataan, mahasiswa/i akan belajar secara luas, tidak hanya mengenai tour saja, tetapi juga tentang hal-hal yang terkait pada tour secara professional dan praktikal. hal-hal yang terkait pada tour seperti mall&retail, cargo, cost, development, bahasa, society, dan masih banyak lagi. 

Baca lebih lanjut>
Applied Course : Sharing Knowledge dari Professional & Praktisi
19 Okt 2018

Dengan tujuan untuk selalu update dan mengikuti perkembangan di era industri pariwisata, Program Studi Manajemen Kepariwisataan berkolaborasi dengan para professional dan praktisi yang telah ahli di bidangnya. Hal ini berguna untuk membantu mahasiswa/i agar mendapatkan persiapan sebelum terjun ke dunia bisnis sesungguhnya, menstimulasi ide/inovasi, melihat peluang dan tantangan dalam industri pariwisata. Seluruh mahasiswa/i Program Studi Manajemen Kepariwisataan akan berkesempatan mendapat applied course ini yang dibagi menjadi 11 pertemuan dalam satu semester.

Para tenaga professional dan praktisi yang berkolaborasi dalam applied course ini mempunyai latar belakang yang beragam, mulai dari Mr.Yusak Anshori yang merupakan Ketua Dewan Pariwisata Indonesia dan Mr.Andy Wen yang merupakan member senior di Indonesian Tour Leader Association, serta beberapa professional dan praktisi lain yang juga ahli di industri pariwisata.

 

Baca lebih lanjut>
International Tourism Jamboree 2017
01 Okt 2017

Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day), Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung menggelar acara International Tourism Jamboree (ITJ) 2017. STP NHI Bandung yang berada di bawah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu menggelar acara ITJ 2017 selama tiga hari dua malam, yaitu pada tanggal 29 September hingga 1 Oktober 2017 di Taman Buru Masigit Kareumbi, Desa Leuwiliang, Cicalengka, Bandung.

Peserta acara International Tourism Jamboree 2017 sebagian besar berasal dari seluruh  institusi pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata Republik  Indonesia. Namun, institusi pendidikan pariwisata lain juga mengikuti acara ini, termasuk di dalamnya ialah peserta dari Universitas Kristen Petra. Peserta perwakilan dari UK Petra merupakan mahasiswa Manajemen Kepariwisataan angkatan tahun 2016, diantaranya ialah Thania Roselind, Dorothy Tasha, Feran Tjustanto, Michael C. Elim, dan Mimi Y.S Mahenu.

International Tourism Jamboree 2017 mengusung tema Wonderful Tourism Leaders, yang bertujuan memberi kesempatan kepada para peserta untuk membangun karakter sebagai ‘leaders’, generasi yang mampu memahami konsep visi  dan misi kehidupan dan memiliki karakter yang solid. Berdasarkan tema tersebut, terdapat 3 isu utama yang diangkat antara lain Sustainable Tourism as a Tool of  Development, The Spirit of “Wonderful Tourism” dan Digitalization and Connectivity. Isu dan materi tersebut disampaikan oleh pakar pariwisata seperti Ketua Pokja Bidang Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib. Selain itu, ada Bapak Ricky Zulfandi selaku Direktur Operasional Hotel Airy Rooms yang menyampaikan materi Digitalization, Homestay, and Connectivity, within the Framework of Sustainable Tourism, serta Seleni Matus, direktur eksekutif dari The International Institute of Tourism Studies, The George Washington University yang menyampaikan materi terkait The Concept of Sustainable Tourism in Development.

Peserta perwakilan dari Manajemen Kepariwisataan UK Petra mengaku senang mengikuti acara Jambore ini. Tidak hanya wawasan mengenai materi yang disampaikan saja yang didapatkan. Namun juga pengalaman dari acara trekking melalui hutan dan desa, games yang mengasah softskill leadership seseorang, sesi talent show, dan berbagai acara menarik lainnya. Tentunya Manajemen Kepariwisataan UK Petra akan mengirimkan perwakilan pesertanya pada acara Jambore berikutnya.

Baca lebih lanjut>
Keikutsertaan Manajemen Pariwisata UK Petra dalam Kompetisi Pariwisata Indonesia 9
04 Mei 2018

Dewasa ini, peralihan zaman menuju digital membuat segala aspek dalam kehidupan dituntut untuk mengikutinya, termasuk dalam bidang pariwisata. Digital dan pembangunan pariwisata berkelanjutan akan saling berkolaborasi dalam pencapaian target pemerintah di masa mendatang. Dalam upaya menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi D3-Usaha Perjalanan Wisata, Politeknik Negeri Bandung (UPW-POLBAN) bersama dengan Telkom University dan STIEPAR YAPARI-AKTRIPA menyelenggarakan Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) 2018 untuk yang ke-9 kalinya. Tema yang diusung dalam KPI 9 ini ialah Digital Tourism for Sustainable Development, dengan harapan bahwa digitalisasi pariwisata merupakan salah satu cara untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Kompetisi Pariwisata Indonesia ini merupakan event nasional tahunan sekaligus memperebutkan piala bergilir Kementerian Pariwisata Indonesia. KPI 9 tahun 2018 ini diselenggarakan pada tanggal 3-4 Mei 2018 dan berlokasi di tiga tempat, yaitu Politeknik Negeri Bandung, Telkom University dan STIEPAR YAPARI-AKTRIPA. Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu kompetisi umum dan kompetisi khusus. Kompetisi umum contohnya seperti travel selfie contest, video blog, tourism advertising video, dan sebagainya. Sedangkan kompetisi khusus seperti business event proposal, guiding contest, tour package, tourism quiz dan sebagainya.

Manajemen Kepariwisataan UK Petra mengirimkan perwakilannya pada ajang bergengsi KPI 9 ini, diantaranya ialah :

1. Tourism Quiz: 1 tim terdiri dari Joshua Dilbert (angkatan 2015), Fanny Harsono & Pinki Gustuti (angkatan 2016)
2. Tour Package: 1 tim terdiri dari Fanny Harsono, Pinki Gustuti dan Madeline (angkatan 2016)
3. Travel Writing: peserta individu Romie C. Paparang (angkatan 2015)
4. Tourism Speech: peserta individu Bernadet Sihombing (angkatan 2015)
5. Tourism Photography: peserta individu Fransiskus (angkatan 2015)

KPI 9 merupakan keikutsertaan pertama kali bagi Manajemen Kepariwisataan UK Petra dalam kegiatan Kompetisi Pariwisata Indonesia. Belum ada piala yang dapat dimenangkan dalam kompetisi ini melihat saingan cukup berat datang dari berbagai institusi pendidikan pariwisata di Indonesia. Namun hal tersebut tidak menjadikan Program Studi Manajemen Kepariwisataan UK Petra berhenti untuk mengirimkan perwakilannya. Ke depan kompetisi KPI ini akan dijadikan sebagai kegiatan rutin tahunan yang dapat diikuti untuk dapat mengasah kemampuan mahasiswa, menumbuhkan semangat berkompetisi dan mengasah ilmu dan kemampuan kepariwisataan mahasiswa.

Baca lebih lanjut>
Studi Lapangan : Kunjungan KA Logistik Jakarta 2016
13 Mei 2016

Pada bulan Mei 2016, Program Studi Manajemen Kepariwisataan UK Petra mengadakan kegiatan studi lapangan Jakarta-Bandung. Salah satu agenda yang dijadwalkan dalam rangkaian studi lapangan tersebut ialah kunjungan ke KA Logistik Jakarta yang terletak di Stasiun Gondangdia Jakarta. Tepatnya pada tanggal 13 Mei 2016 pukul 10.00-12.00, sebanyak 16 mahasiswa Manajemen Kepariwisataan konsentrasi Cargo dan Airlines Management mengunjungi kantor pusat KA Logistik Jakarta. Rombongan disambut dengan baik oleh tim corporate communication KA Logistik.

Acara diawali dengan penyampaian berbagai macam sudut pandang mengenai industri logistik dan kereta api oleh Direktur Keuangan dan HR KA Logistik. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang transportasi barang di Indonesia serta peran dan layanan KA Logistik di industri logistik, materi ini disampaikan oleh VP Quality Assurance & Internal Control, Dr. Erwin Suryadi, ST, MBA dan VP Container, R. Agus Mulyono. Mahasiswa berkesempatan untuk melakukan diskusi interaktif melalui sesi tanya jawab. Selanjutnya kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan penukaran cinderamata serta foto bersama tim KA Logistik dan mahasiswa peserta studi lapangan.

Baca lebih lanjut>
Pengembangan Desa Kebon Tunggul Sebagai Lokasi Wisata Edukasi
17 Jul 2017

Pengembangan desa sebagai destinasi wisata edukasi merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang diadakan Manajemen Kepariwisataan UK Petra sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengambil lokasi Desa Kebon Tunggul, Mojokerto, kegiatan ini diadakan untuk mengajak mahasiswa menempatkan diri sebagai wisatawan dan melihat potensi yang dimiliki oleh Desa Kebon Tunggul sebagai destinasi wisata. Mahasiswa sangat antusias merespon kegiatan ini, tercatat 19 orang mahasiswa Manajemen Kepariwisataan UK Petra terlibat di dalamnya. Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya Desa Kebon Tunggul memiliki potensi yang cukup besar untuk dikenal wisatawan, diantaranya ialah keindahan alam dan lokasinya, berbagai produk home industry yang memanfaatkan bahan pangan yang ditanam sendiri, dan sebagainya.

Kegiatan pengabdian masyarakat atau service learning di Desa Kebon Tunggul merupakan bagian dari matakuliah Wisata Minat Khusus yang kali ini dilaksanakan dalam dua kali kunjungan. Kunjungan pertama dilaksanakan pada 28 April 2017 bersifat survey, observasi, dan pengumpulan data awal. Acara pada kunjungan pertama diawali oleh sambutan dari Bapak Kepala Desa Kebon Tunggul yang kemudian dilanjutkan dengan observasi keliling desa untuk melihat potensi desa. Rombongan didampingi seorang ibu PKK untuk berkeliling ke lokasi pengolahan tanaman toga menjadi jamu herbal, pembudidayaan jamur, pengolahan keripik tortila, serta lokasi showroom produk-produk unggulan desa. Setelah berkeliling desa, rombongan didampingi oleh anggota karang taruna mengunjungi lokasi yang nantinya akan dijadikan pusat aktivitas outbound di Desa Kebon Tunggul.

Setelah melakukan observasi pada kunjungan pertama, mahasiswa melakukan pengolahan data SWOT dan brainstorming ide paket wisata apa yang dapat dikembangkan guna mendukung pengembangan desa Kebon Tunggul sebagai destinasi wisata edukasi. Ide-ide yang muncul dikonsultasikan kepada dosen pendamping, dan terus diperbaiki dari minggu ke minggu sehingga tercipta proposal pengembangan desa Kebon Tunggul. Proposal pengembangan tersebut dipaparkan pada pihak perangkat desa saat mahasiswa melakukan kunjungan kedua (17 Juli 2017).

Mahasiswa yang terlibat mengusulkan bahwa Desa Kebon Tunggul dapat dikembangkan menjadi tempat wisata edukasi bagi siswa sekolah dasar maupun siswa SMA. Rencana perjalanan atau itinerary paket wisata yang dibuat mahasiswa pun beragam, diantaranya meliputi kegiatan menanam padi dan jagung, pembuatan tortilla, memerah susu sapi, pengecatan mural, hingga outbond dan lomba tarik tambang di lumpur. Usulan dan ide-ide dari mahasiswa tersebut disampaikan dalam bentuk presentasi yang dihadiri oleh jajaran perangkat desa dan karang taruna.

Kegiatan service learning pengembangan Desa Kebon Tunggul ini mendapatkan respon positif dari karang taruna dan perangkat desa. Mereka menyatakan sangat senang dengan paket perjalanan wisata yang diusulkan, karena sesuai dengan apa yang telah mereka angan-angankan selama ini, seperti menerima siswa atau mahasiswa live-in. Mereka pun meminta saran bagaimana cara memasarkan paket-paket tersebut kepada calon wisatawan. Demikian pula dari sisi mahasiswa sebagai pelaku service learning, mereka telah menyadari pentingnya menjadi berkat bagi sesama melalui sharing ide dan gagasan, serta melalui pengalaman ini mereka bersyukur atas segala sesuatu yang mereka miliki.

Baca lebih lanjut>
Studi Lapangan : Ground Handling & Air Cargo Handling
15 Jan 2018

Sebagian besar dari anda pasti sudah pernah melakukan perjalanan (baik perjalanan wisata atupun bisnis) dengan menggunakan pesawat terbang. Secara otomatis andapun sudah pernah melalui proses check-in, pendaftaran bagasi, boarding dan lain sebagainya. Sembari menunggu keberangkatan di waiting room, ataupun setelah anda turun dari pesawat, cobalah untuk memperhatikan aktivitas apa yang terjadi di sekeliling pesawat terbang. Apakah anda melihat sebuah mobil menarik rangkaian bak terbuka berisi koper-koper? Atau anda melihat sebuah mobil tangki bahan bakar, atau staff airlines yang membawa kursi roda untuk salah satu penumpang pesawat? Seluruh kegiatan yang disebutkan diatas dapat dikategorikan sebagai pelayanan ground handling bandara.
Pengetahuan mengenai pelayanan ground handling serta bagaimana suatu bandara me-manage¬ seluruh aktivitas tersebut bagi seluruh maskapai yang mendarat ataupun berangkat diberikan kepada mahasiswa peserta mata kuliah Cabin Crew, sebagai pengetahuan tambahan disamping pengetahuan dasar mengenai how to be Cabin Crew (pramugari/pramugara). Ditemani oleh Bapak Budi Widiagto dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda dan Bapak Milhky selaku praktisi di bidang ground handling, mahasiswa diajak untuk melihat langsungdetail aktivitas pelayanan ground handling di Bandara Juanda (T2) Surabaya.
 
Pengamatan Proses Ground Handling
Lokasi : T2 Bandara Juanda
Kunjungan pada hari Senin 02 Juni 2014 tersebut tidak hanya berhenti sampai di T2 Bandara Juanda, mahasiswa juga diajak untuk melihat aktivitas pengiriman barang via udara (air cargo handling) di area cargo Bandara Juanda, sehubungan dengan mata kuliah Transportasi dan Penanganan Kargo. Mulai dari proses penyerahan barang dari konsumen kepada pihak cargo agent/pengirim, proses penimbangan, pe-label-an, pembuatan SMU (surat muatan udara), proses pemeriksaan oleh pihak pengawasan barang (regulated agent), hingga masuk kewarehouse/gudang penyimpanan barang sebelum dikirimkan melalu maskapai tertentu.
 
Kunjungan ke area Warehouse Cargo Bandara Juanda
Kegiatan pembelajaran lapangan ini dilakukan dengan tujuan agar mahasiswa memiliki pengetahuan yang komprehensif mengenai aktualisasi setiap materi teori yang telah diberikan dikelas.


Baca lebih lanjut>
Menampilkan 1-7 dari 7 item.